Bismillah.....
Karakter yang nekad, dan optimistik
merupakan anugrah yang diberikan sang pencipta untukku, Maulya Septi Sari.
Sejak kecil saya memang diberi ruang untuk memutuskan suatu pilihan yang akan
saya jalani, salah satunya adalah mengenai pendidikan. Sejak SD saya berkeinginan
kuat untuk melanjutkan studi sampai bangku kuliah. Disaat kebanyakan dari
teman-temanku berorientasi untuk bekerja. Perjalanan menempuh jenjang
pendididikan SMP dan SMA dapat kulalui. Meskipun jalanya tidak mulus.
Ketika lulus SD, dimana keadaan ekonomi
yang masih baik, walaupun pekerjaan bapak tidak tetap tapi kekurangan kebutuhan
masih dapat ditutupi oleh warisan mamaku. Ketika aku memasuki SMP kelas 2,
ekonomi keluarga mulai tergoncang, disitulah mulai kurasakan perubahan yang
menurutku berat, tapi karena sekolah adalah tempat yang menyenagkan bagiku kala
itu, selalu ada jalan dari permasalahan dimana orang tuaku tidak sanggup
membayar uang SPP ku. Aku dibiayai oleh salah satu pengusaha sukkses di Desaku
selama tahun ke-2. Ditahun ke-3 aku mendapat beasiswa dari sekolah sehingga
dapat gratis di tahun ke-3.
Dengan karakterku itu, aku sangat
ambisisus masuk ke SMA favorit di kabupaten. Aku berpikir bahwa dengan aku
masuk kesitu aku akan mendapat pengalaman yang lebih menarik tentunya. meskipun
sungguh kedua orangtuaku tidak dapat membayar uang pendidikanya, bahkan untuk
sekadar transportasi dari desa(rumahku) ke kota(sekolah) pun tidak ada jaminan.
Alhamdulilah aku selalu mendapatkan beasiswa 3 tahun bersekolah disana.
Ambisisusnya diriku akan ilmu, telah
membawaku pada posisi dimana aku merasakan kegagalan yang amat berat. Mindsetku
kala itu, Dengan ilmu maka aku bisa mengubah masa depan nasib keluarga,
mendapat materi, kedudukan, menjadi pemimpin, dan disegani selain mempunyai
nilai lebih dari yang lain karena ilmu yang kita punya. Menjadi anak pertama
adalah ujung tombak bagi adik-adikmu, itulah kata yang selalu terucap dari
bapakku. Beliau selalu mendukung apa yang saya putuskan yang sekiranya jika
dipertimbangkan dapat masuk diakal.
Pandangan kala itu sekarang bisa
mendefinisikanya sebagai pandangan kapitalis, justru membuat aku berpikir ulang
mengenai kenapa aku harus kuliah?? Bayak tuh sarjana nganggur,, buang uang,, ga
jelas juga hasilnya. Jawaban ideologis tidak dapat saya temukan, sampai pada
kebingungan yang membuat aku gagal dalam meraih status mahasiswa teknik
metalurgi Universitas Indonesia. Tidak berhenti sampai disitu, akupun kembali
ditolak oleh STIS, serta metrologi dan instrumentasi ITB.
Ke-3 penolakan ini sangat membuat aku
down, yang aku rasakan lebih pada tidak teganya melihat ke-dua orangtua yang
begitu berharap padaku, biaya, tenaga dan pikiran yang secara serius dicurahkan
mereka yang sungguh aku sanagt mengecewakan. Dampak bagi diriku adalah sampai
pada aku tidak berani membayangkan masa depan, lalu aku mengalihkan fokus untuk
bekerja dahulu, tetapi sungguh aku sangat menyadari bahwa aku sangat menyenangi
dunia pendidikan, aku merasakan kerinduakan akan dunia kampus, ditahun kedua
pasca kelulusanku aku mencoba untuk masuk di Teknik Pertanian UGM.
Juli 2012 adalah hadiah spesial yang
diberikan sang pencipta untuk luka 2 tahun lalu juga sebagai penawar kekecewaan
yang telah kutorehkan pada mereka. Aku diterima, dan diberi kemudahan olehNya,
untuk dapat masuk UGM sehingga dapat SPMA 0, dengan pinjaman uang dari saudara
aku mengambil Teknik Pertanian sebagai salah satu dari masa depanku. Selalu ada
jalan bagi setiap permasalahan ekonomi yang kualami. Lewat jualan di kampus
untuk mkan sehari-hari, dapat sepeda-yang mengantarkan ku dari pogung lor ke
kampus- gratis, sampai aku bertemu dengan besiswa R-ZIZ . Alhamdulilah rezeki
yang diberikan Allah lewat R-ZIZ ini sangat membantuku dalam pemenuhan
kebutuhan kuliahku.
Aku memnyadari betul, bahwasanya
mindsetku dahulu ketika memandang kuliah sebagai sarana untuk mengubah nasib,
dengan berorientasi pada materi keliru. Seorang mahasiwa sebagai calon
intelektual merupakan motor pengubah keterpurukan masyarakat dengan kemampuan
berfikirnya, Oleh sebab itu saya punya aktivitas lain selain kuliah, yaitu
diorganisasi dan mengkaji islam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar